Berkunjung ke Ketambe

Kutacane merupakan sebutan lain bagi Kabupaten Aceh Tenggara, berada di Provinsi Aceh dan berbatasan langsung dengan tanah Karo, Provinsi Sumatera Utara. Selain Tamiang, Kutacane juga merupakan gerbang menuju Aceh dari kota Medan. Kondisi Alamnya yang kaya akan flora dan fauna khas hutan tropis, sangat strategis dan mendukung untuk dijadikan daerah tujuan wisata alam di Aceh.
Ketambe, mungkin terdengar sedikit asing bagi warga sumatera utara atau Riau misalnya, tapi tentu tidak bagi warga Kutacane sendiri, Ketambe bukanlah tempat baru untuk bagi wisatawan lokal dari Kutacane. Ketambe juga terkenal di mata para wisatawan asing, khususnya bagi mereka yang sedang penelitian, hobi trekking ke hutan serta arung jeram. Ketambe termasuk kawasan Taman Nasional Gunung Leuser yang dilindungi. Itulah mengapa Ketambe terkenal akan potensi wisata alam karena keanekaragaman hayatinya yang sangat kaya.
Ketambe berjarak +/- 20 KM dari kota Kutacane. Tempat ini merupakan cagar alam hayati yang dikelilingi oleh pohon-pohon besar yang didalamnya terdapat hewan-hewan tropis yang sebagiannya merupakan hewan yang dilindungi di dunia. Menambah pesona Ketambe, mengalir sebuah induk sungai yang membelah Ketambe, Sungai Alas atau masyarakat setempat menyebutnya Lawe Alas. Nama sungai alas di ambil dari nama suku yang mendiami daerah ini.
Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, Ketambe juga dijadikan sebagai tempat penelitian khususnya di bidang flora dan fauna oleh beberapa lembaga penelitian nasional maupun internasional. Suasana Ketambe yang terpelihara keasriannya, udaranya yang sejuk dan segar, membuat nyaman bagi siapa saja yang berkunjung kesini, ditambah lagi dengan suasana hutan yang lebat dan suara-suara hewan yang hidup di hutan ini, membuat tempat ini banyak dikunjungi oleh turis lokal dan juga mancanegara.
Bagi yang hobi trekking, suasana pegunungan yang curam di sekitar Ketambe juga membuat ketertarikan tersendiri bagi mereka yang hobi mendaki gunung, ditambah dengan keunikan dan sumber daya alam nabati yang melimpah dan belum terjamah oleh tangan manusia, menambah nilai plus untuk menjajal trek di Ketambe ini.
Selain pemandangan alam yang menggitu menggoda, aliran sungainya juga menambah khas dari tempat ini. Sungai yang berasal dari lereng gunung leuser ini dapat menjadi objek wisata pemandian yang recommended, karena airnya yang dingin dan jernih. Bukan hanya turis lokal yang tertarik untuk mandi di sungai ini, turis mancanegara juga banyak berdatangan untuk menikmati pemandian di daerah ini. Aliran sungai ini juga sudah terkenal dan sering mengadakan event arung jeram oleh kalangan turis lokal dan asing, karena alirannya yang deras dan berkelok-kelok. Arus sungai alas terkenal karena berada pada grade 3 dan grade 4.
Ketambe dapat ditempuh melalui transportasi darat. Kira-kira satu jam perjalanan dari kota Kutacane. Jalanannya yang berliku namun relatif bagus, di kiri kanannya dilukiskan berbagai keindahan dan kehijauan, indahnya alam hayati, serpihan surga di lembah tano alas, bumi sepakat segenep.
Bagi yang ingin bermalam di  ketambe, tidak usaha khawatir diterkam harimau atau hantu hutan, karena terdapat penginapan-penginapan yang mengakomodir turis-turis yang berkunjung ke ketambe. Penginapan-penginapan tersebut berupa homestay dan bungalow yang nyaman untuk siapa saja yang ingin menginap di Ketambe, dengan fasilitas yang memadai dengan harga yang relatif terjangkau. Bagi anda yang tinggal di kota, bosan dan penat yang telah mencapai ubun-ubun, segeralah rencanakan liburan anda, salah satu opsinya ya kesini, di Ketambe, Kutacane.

0 Komen: